Sabtu, 17 Maret 2012

SENJA TAK KUNJUNG PULANG


SENJA TAK KUNJUNG PULANG
Created by alyaa firdaus harvestya,just a fiktif story.. check this out..

Aku tak seperti yang orang pikirkan.
Aku mempunyai jalan hidupku sendiri,yaitu jalan yang sangat berbeda dengan orang orang seperti biasanya,aku hidup menopang dengan sebuah kursi ber roda yang sudah agak usang,roda roda yang sudah tak mulus,membawaku kemanapun aku ingin.
tak ada satu jalan pun yang pernah aku tapaki,tak ada sedikitpun bekas kaki melangkah di jalanan manapun.
Senja di ufuk barat,menutup masa masa kelam di hari ini,tak seorangpun mengerti apa yang dirsakan gadis yang tak mampu berbuat apa apa ini.
seorang lelaki memandangiku seakan penuh rasa ibu terhadapku,aku tak tau apakah dia orang baik atau malah orang jahat,tak ada yang mengetahui ii hati seseorang,ku dorong dan terus mendorong kursi tua ini,hingga lelaki itu tak terlihat lagi.
Satu lagi pagi di hariku yang kelam ini,aku bertemu dengan lelaki yang sama,entah darimana asalnya,ia selalu berada di sana dari pagi hingga sore,aku tak tau apa yang ia liat,entah apa ia ingin menertawai keadaanku yang seperti ini.
Setelah sekian lama aku mulai merasa ada ikatan batin diantara kita,entah ada persamaan apa,aku tidak tau,senja selalu menemani hari hari kelamku.tak terduga semakin lama kita semakin dekat,dan diapun merasakan hal yang sama,aku tak ingin terpisahkan dengannya,karena memang sekarang ia adalah bagian dari hidupku.
Setiap hari,setiap waktu,setiap saat hari hariku selalu di isi dengan senja,senja dan senja.mulai saat itu senja lah yang membimbingku untuk kuat menghadapi semua yang telah terjadi padaku,senja menjadi semangat dalam hidupku,senja jugalah yang menerangi semua keluh dan kesah kegelapan jiwaku.
Hingga tiba saatnya,senja tak datang,hari berikutnya ia tak datang,tak datang lagi,tak datang lagi,tak datang lagi...
aku mulai hilang akal,se tega itukah senja kepadaku,ia mengajaku terbang ke langit tertinggi dan sekarang langsung menjatuhkanku begitu saja.
Aku selalu menunggu kedatangannya , entah dia akan datang ataupun tidak,yang aku tahu senja tak kunjung pulang ....

#SELALU: HILANG


SELALU : HILANG
Created by alyaa firdaus harvestya,fiktif story
Perjalanan cinta yang aku jalani bersama kak dias adalah pengalaman terbaikku selama aku hidup,baru saja 2hari yang lalu kita merayakan anniversary yang ke 3 bulan,senang rasanya bisa berada di samping orang yang kita sayangi.
hari ini aku baru saja bertemu dengan kak dias,dia bilang bahwa lusa dia akan study lanjut di berlin,dan dia langsung pergi tanpa sepatah kata perpisahan.
Hari ini,hari aku akan berpisah dengan kak dias,entah kapan dia kmbali,entah apakah dia akan tetap bersamaku,entah...
aku melihat dari kejauhan,kak dias yang siap dengan segala keperluannya untuk study di berlin.aku tak berdaya ketika melihat kepergian kak dias,orang yang paling aku cintai.
aku nggak sanggup jika harus megucap salam perpisahan kepadanya.
Hari hari berikutnya,minggu minggu berikutnya,bulan bulan berikutnya,tahun tahun berikutya ... tak terhitung berapa lama aku akan kehilangan...
aku berkata pada hatiku,aku tidak boleh begini terus.
akhirnya aku bertekat untuk menghilangkan rasa sedih ke desa,aku mengikuti sebuah acara sekolah,yaitu live in...
acara yang di buka untuk umum itu memang solusi kegundahan hatiku selama ini.
Acara ini di mulai tanggal 16,dan ini sudah tanggal 14,aku langsung menelpon kontak person di pamflet sekolah itu,aku langsung mendaftar menjadi anggota..
Tanggal 16,aku bersiap dari rumah,disana aku sudah berniat untuk menenangkan diri dengan melupakan semua kejadian di kota yang penuh dengan masalah ini...
di depan sekolah sudah terjajar bus bus besar yang siap mengangkut kami semua,saat aku datang memang aku sudah terlambat,dengan berat hati aku bersebelahan dengan seorang lelaki yang nampaknya dari sekolah lain,memang acara live in sekolahku di buka untuk umum.
Sesampainya di desa sawahan magelang,setiap anak sudah di bagi untuk tinggal di rumah ibu asuh masing masing,dan entah jodoh atau bagaimana aku satu ibu asuh dengan lelaki di bus tadi.
canggung memang,tapi aku memberanikan diri untuk mengakrabkan diri dengan nya,setelah obrolan panjang ternyata dia adalah rudi dari SMA 70 , memang  sekolahnya tidak jauh dari sekolahku.
waktu menunjukan pukul 10 malam,memang itu sudah saatnya kami berdua tidur,kami tidur dengan pmbatas yang memang telah di siapkan panitia.
Paginya,kita berdua langsung membantu orangtua asuh kami bekerja memetik teh di hamparan kebun teh yang luas,karna semalam memang turun hujan,maka tanah di sekitar tempat kami sangat licin,di tempat yang lebih tinggi banyak daun teh yang harus di petik,maka aku langsung berjalan ke atas dan memetiki daun teh,tanpa sadar aku terpeleset dan kaki ku terkilir,aku tidak bisa teriak karena memang aku menahan sakit,dengan mengerahkan smua kekuatan yang tersisa aku memutiskan untuk memanggil rudi,dia langsung mencariku dan menemukanku,ia langsung membantuku dan menggendongku sampai ke rumah.
Sampai di rumah,ia langsung memijit kakiku yang terkilir,sakit memang..
tak sadar kita saling berpandangan dan entah tak tau bagaimana bisa hal itu trjadi..
Hari kedua,aku sudah merasa baikan dan aku memutuskan untuk membantu orangtua asuh ku untuk menanam padi di sawah,2 jam terewati,entah kenapa aku merasakan sakit lagi,rudi langsung menolongku dan karena ia panik,dia membawaku ke puskemas desa,lama aku tak sadarkan diri,dengan pengorbanan rudi aku merasa kak dias hidup kembali di sampingku.. aku langsung menangis dan memeluk nya..
Aku hanya diam diam diam ... tanpa sepatah katapun keluar dari mulutku...
rudi langsung menelpon pihak panitia bahwa kita berdua ada di pusksmas,tapi karena memang kita live in di pedalaman,signal sangat susah untuk di dapat,akhirnya kita di perbolehkan penjaga puskesmas untuk tinggal di puskesmas hingga besok pagi.
Pagi kemudian,aku dan rudi memutuskan untuk nekat kembali ke area live in,sesampainya disana aku memutuskan untuk pulang kembali ke kota,aku lagsung menelpon papa dan menuruhnya untuk menjemputku di magelang,tempatku mengikuti acara live in.
3hari kemudian aku pergi berbelanja makanan ringan di supermarket , saat aku sedang melihat lihat ,aku ditabrak dengan seseorang,sontak aku langsung marah” dan menyuruhnya untuk membereskan barang barangku,saat dia menampakan wjahnya,ternyata dia rudi,dengan agak  sedikit kesal dan terkejut aku menanyainya kenapa ia begitu tergesa gesa hingga menabraku,dia menjawab kakak nya kecelakaan di berlin dan sekarang di rawat di semarang.aku langsung meminta maaf dan menawarkan diri untuk ikut menengok kakak nya.
Saat tiba di rumah sakit,aku melihat seorang lelaki terbaring lemah diatas kasur rumah sakit,setelah aku dekati ternyata benar itu kak dias,trnyat selama ini rudi adalah adik kandung kak dias yang memang tinggal dengan tantenya.tak sadar aku meneteskan air mata,kenapa kak dias bisa sampai kecelakaan.aku memutuskan untuk menemani kak dias saat itu juga,saat aku keluar ruangan untuk mengabari keluarga d rumah aku mendengan ayah kak dias berbicara dengan istrinya,dia berkata bahwa saat menyetir dias kehilangan konsentrasi karena memikirkanku,aku sangat terkejut.
Aku menemani kak dias sampai tanpa sadar aku tertidur di samping kak dias,rudi yang melihatku tidak tega aku terlihat begitu lelah,tetapi aku tetap bersikeras untuk menemani kak dias yang memang saat itu sedang koma.
Setiap hari aku datang untuk menemani dan membawakan bunga untuknya,walau aku tau dia tidak melihat tetapi aku tau hatinya mendengar kedatanganku.aku hampir putus asa,aku takut kehilangan kak dias,ku ajak ngobrol tubuh kak dias yang entah pergi kemana jiwanya,aku selalu menanyakan kapan kakak mau mengajaku pergi ke danau lagi,kapan kakak mau mengantarku ke sekolah lagi,kapan kakak mau menemaniku pergi lagi....
selalu tak ada suara yang menjawab...
Hari ke 30..
aku mendapat kabar bahwa kak dias sudah sadar,aku langsung buru” untuk melihatnya,sampai disana ternyata aku melihat tubuh kak dias di setrum oleh alat pacu jantung,aku bertanya pada rudi kenapa hal itu bisa terjadi,dia menjawab bahwa tadi kak dias sudah siuman tetapi karena memang tubuhnya melawan ia langsung kejang” dan hampir kehilangan denyut jantung.
Setelah 15 menit berlalu,akhirnya kak dias baik baik saja,aku sangan senang dan bersyukurkarena masih bisa di pertemukan dengan kak dias.
kak dias mulai menunjukan reaksi bahwa dia telah sadar,dia menggerak gerakan jarinya,aku selalu berada di sampingnya dan menemaninya setiap saat..
10 hari berlalu,kak dias telah di perbolehkan pulang,aku langsung mengajaknya untuk ke danau untuk melihat lihat...
rudi merasa cemburu,dia mengira bahwa kak dias merebut perempuan yang dia sayangi,tetapi aku harus berbuat apa,hanya ada kak dias yang singgah di hatiku,tak ada yang lain...
Insyaallah bersambung ... heheheh

Selasa, 13 Maret 2012

#SELALU


created by alyaa firdaus harvestya,fiktif story.
Aku memang bukan anak populer di sekolah,orang orang biasa manggil aku yaya,dari dulu memang aku sudah sering masuk rumah sakit sampai sampai di rumah sakit sudah ada dokter khusus yang menangani aku,saat itu Tiba-tiba aku merasa kepala ku sakit dan tanpa pikir panjang aku menelpon papa dan papa langsung menjemputku di sekolah,sambil menahan sakit aku di bantu oleh teman teman sekelas untuk memasuki mobil.teman baikku,ani ikut mengantarkanku ke rumah sakit,saat di mobil aku sudah tidak tahan,aku menjerit kesakitan,memang sudah lama aku merasakan hal ini.
Setelah sampai di rumahsakit,kasur dorong berwarna hitam sudah siaga di depan pintu gedung UGD,aku langsung tidur di kasur itu dan di bawa ke ruang UGD,disana sudah ada mama yang memang bekerja di rumah sakit,om edi yng memang bekerja sebagai dokter di rumah sakit itu menghampiriku,ia memang dokter yang biasa menanganiku,dia melontarkan beberapa pertanyaan yang mungkin untuk mengalihkan perhatianku agar tidak terus kesakitan.tak lama kemudian ada seorang suster yang memberiku obat dan oksigen karna memang aku selalu sesak nafas bila panik.
Ani selalu setia menemaniku di samping kasur,sampai akhirnya dia tertidur,dari kejauhan aku melihat dokter yang merawatku tadi di hampiri oleh seorang anak laki” yang mengenakan baju seragam osis seperti diriku,setelah aku pastikan dia adalah kakak kelas,dias namanya.aku melihat om edi itu mengajak kak dias serta orang tuaku untuk masuk ke ruangannya,aku penasaran.
Beberapa menit kemudian aku sangat ingin tau apa yang mereka bicarakan,aku pun meninggalkan ani yang sedang tertidur,aku melihat di depan pintu mereka sedang bicara serius tentangku,entah apa aku tidak mendengar dari awal,tapi om edi bilang bahwa aku harus di operasi dan kemungkinan untuk menjadi normal itu sangat kecil,aku bingung harus berbuat apa,tanpa aku sadari aku menangis dan itu membuat mereka tau keberadaanku,aku langsung berlari dan entah kemana aku tak tau arah,kak dias dan ani mengejarku,aku tersesat,aku memasuki ruang pembeku darah yang tidak ada oksigen,aku menangis,aku bingung.
Setelah kejadian itu aku tidak sadarkan diri dan aku udah berada di dalam kamar rawat di temani kak dias dan ani dengan tangan yang sudah di infus,entah apa yang mereka tadi rencanakan,aku sudah tidak perduli,aku tetap berpura” belum sadarkan diri,dan aku mendengar bahwa ani sudah di suruh untuk pulang dan kak dias pun menyuruhnya pulang dan kembali besok.
Tak lama ani pergi,kak dias menghampiriku dan mengelus kepalaku sambil menatapku dalam,dia berbisik lirih bahwa dia sudah tau bahwa aku merupakan pasien ayahnya karena memang aku sudah beberapa kali di rawat di rumah sakit.
dia bicara lagi bahwa dia selalu menjagaku walau itu dari jauh dan menyuruh teman”nya untuk membantunya.aku sadar kenapa selama ini kakak kelas selalu memperhatikanku bila aku lewat di depan mereka.aku menangis.
Tak lama kemudian orangtuaku datang dan menyuruh kak dias pulang,karena melihat aku telah sadarkan diri.orangtuaku pun tak mau kak dias terlalu banyak merawatku,karena kak dias sudah kelas 3 dan mau menghadapi ujian nasional.
Pagipun datang,sinar matahari menyapaku penuh harapan,suster datang dengan membawa alat suntik,aku pun sudah terbiasa dengan alat suntik,kulitku tidak merasakan apapun saat jarum suntik menghujam lapisan kulitku.
aku meminta suster untuk membantuku ke kamar mandi karena memang setiap hari aku selalu mandi pagi pagi sekali,dengan infus yang ku jaga agar tidak basah.setelah mandi ada suster lagi yang mengantarkan makanan,mama tidak tau karena dia tertidur pulas setelah solat subuh,ya memang saat itu aku sedang berhalangan untuk solat.
Sesudah selesai makan,aku meminta suster untuk mengambilkan kursi roda karena aku sangat bosan di kamar,semua orang memandangiku karena hanya aku gadis muda yang sudah penyakitan,saat sampai di taman aku meminta suster untuk di dekatkan kolam ikan dan aku memintanya untuk meninggalkanku sendiri dan bilang ke mama bahwa aku ingin sendiri di taman.
Aku merenungi semua ini kenapa terjadi padaku,apa salahku kenapa hanya aku.
aku melihat ikan ikan berenang bebas tanpa harus berfikir untuk apa dia hidup,apa yang akan di lakukannya besok,dan dengan siapa mereka melewati hari”.
tak lama ada seseorang yang bilang bahwa sudah sore dan aku harus kembali ke kamar,ku kira itu suster tetapi ternyata suara khas itu adalah kak dias,setelah pulang les tambahan di sekolah ia langsung menengokku.
Aku hanya diam,tak lama kemudian kak dias malah ke depan pandanganku dia langsung berkata “adek,ini sudah sore,ayo kita kembali ke kamar”,aku hanya menganggukan kepala,aku merasa berbeda,hatiku sangat nyaman bila dekat dengan kak dias.karena mama dan papa tidak bisa menemaniku,ayah kak dias menyuruhnya untuk menemaniku karena memang itu hari sabtu.kak dias menelpon teman”nya untuk menjengukku,tak lama mereka datang,dan mereka terlihat sangat kawatir juga,aku pun hanya tersenyum kecil ,senang rasanya ada orang yang sayang terhadapku.mereka hanya mampir sebentar,melihat wajah kak dias yang lelah karena habis pulang sekolah, aku berkata “kak,tidurlah,aku nggak mau km sakit karna aku”,dia pun hanya tersenyum.
Sejampun berlalu,kak dias sudah  tertidur pulas di sofa,aku melihat blackberry kak dias memancarkan kelip kelip cahaya yang itu artinya ada sms,bbm,atau telepon,tanpa pikir panjang aku langsung membukanya dan melihat,ternyata itu sms dari ayahnya kak dias,ayahnya berkata “dias,jaga yaya baik baik,kamu tidur jangan malam malam” aku terhentak,betapa perdulinya ayah kak dias kepadaku.aku juga melihat fotoku terpasang di walpaper blacberry kak dias.
aku langsung menaruh kembali handphone kak dias,aku pun melihat handphoneku yang penuh dengan kak dias,mulai dari foto,kontak bbm,sms,dan yang lain,entah mama atau papa yang melakukannya,tapi yang aku tau mereka menyayangiku,semangatku untuk sembuhpun semakin besar.
2 hari kemudia,aku sudah di perbolehkan untuk pulang,tidak ada papa atau mama yang menjmputku,hanya kak dias menjemputku menggunakan mobil sedan putih mewah nya.setelah sampai di rumah aku berterimakasih kepadanya karna telah banyak membantuku.
Paginya kak dias kembali menjemputku karna memang semalam kita bbm an dan aku bilang bahwa aku ingin sekolah.satu sekolah melihatiku dan kak dias yang bergadengan karena memang aku belum kuat betul untuk berjalan,kak dias mengantarku hingga depan kelas.saat bel istirahat kak dias sudah siaga di depan kelas,aku melihatnya sendirian,aku pun menghampirinya.aku bertanya kenapa ia sangat perhatian kepadaku,dia belum menjawab,tetapi teman” sekelasku sudah menggodaku dengan canda an canda an karena aku sedang berduaan di depan kelas.belum sempat kak dias menjawab,bel masuk berbunyi,kak dias langsung buru” kembali ke kelas,karena kelasnya yang lumayan jauh.
Bel pulang sudah berbunyi,lagi lagi kak dias sudah berada di depan kelas untuk mengantarku pulang,di tengah perjalanan handphone kak dias berbunyi,entah siapa yang menelpon,tetapi kak dias langsung buru” menutup telponnya.kita tidak langsung pulang,kak dias mengajakku ke danau yang tidak jauh dari sekolahku,disana ia memperlihatkan ikan yang akan dia lepas di danau.aku senang karena itu memang pertama kalinya aku pergi dengan seorang lelaki.
Setelah itu,kak dias mengantarku pulang,malamnya aku bbm ayahnya kak dias dan ayahnya bilang bahwa besok kak dias akan mengadakan acara ulang tahun yang ke 17 di rumahnya,lalu aku bertanya apa yang sekarang di inginkan kak dias,ayahnya menjawab hanya ingin aku datang dan membawakan bunga.
Paginya aku sudah siap untuk membeli bunga mawar putih  yang malamnya akan aku berikan kepada kak dias , sekitar jam 10 pagi kak dias menelponku memberitau bahwa dia mengundangku ke acara ulangtahunnya nanti malam.
Sorenya aku bersiap untuk menghadiri acara ulangtahun kak dias,aku diantar oleh papa ke rumahnya,dari depan terlihat sudah banyak motor dan mobil yang sudah terparkir rapi di depan rumah besar yang memang itu rumah kak dias.saat memasuki rumahnya aku bertemu mama kak dias dan aku langsung bersalaman dengannya,ia langsung menyuruhku untuk  ke taman belakang,terlihat dekorasi yang bagus,kolam renang yang bersih,dan banyak orang yang pastinya kakak kelas,aku paling muda di antara mereka.
Seorang perempuan muda bergaun merah muda memandangiku tajam,nampaknya ia tidak menyukaiku,acara dimulai,aku menghampiri kak dias dan memberikan bunga yang aku beli tadi pagi,lalu setelah kak dias meniup lilin,perempuan tadi langsung mengambil mikrofon dan memperkenalkan diri bahwa dia adalah pacar kak dias,aku langsung sedih karena kak dias tidak pernah bilang bahwa dia sudah punya pacar,perempuan tadi langsung menghampiriku menjorokanku ke dalam kolam renang,aku sesak nafas,aku tidak sadarkan diri,aku melihat samar samar seorang lelaki berenang menghampiriku,saat aku sadar aku sudah berada di kamar kak dias,seperti kamar lelaki biasanya tak banyak yang aku suka di dalam kamar kak dias,kecuali foto ku dengan frame putih,ada lagi foto kak dias dengan perempuan tadi yang mendorongku,hatiku hancur,nafasku sesak,aku berdiri tetapi aku tidak kuat dan pingsan lagi,saat itu pas sekali kak dias sedang masuk saat aku pingsan,karena ayah kak dias tidak ada di rumah,keluarga kak dias langsung membawaku ke UGD karena takut terjadi apa”,di jalan kak dias menelpon keluargaku dan bilang bahwa aku pingsan dan sekarang di rumah sakit,kak dias menemaniku saat suster memasangkan oksigen ke hidungku,dia nampak sangat khawatir karna pacar kak dias yang menyebabkan aku masuk rumah sakit lagi,saat orangtuaku datang,kak dias meminta maaf karena telah lalai menjaga aku.tepat pukul 1 pagi aku sudah di bolehkan pulang karena aku sudah pulih.kak dias selalu setia menemaniku hingga aku sampai di rumah.
Aku belum di perbolehkan sekolah lagi oleh papa dan mama,aku hanya diam di kamar sambil menulis cerita di notebook yang papa belikan belum lama ini.
siangnya kak dias kerumah dan menjengukku,dia meminta maaf karena teman wanitanya telah mendorongku kemarin,kak dias juga membawa perempuan yang mendorongku kemarin untuk meminta maaf kepadaku,tetapi aku tau bahwa dia terpaksa meminta maaf kepadaku.akhirnya aku tau bahwa perempuan itu bernama rika,saat kak rika keluar dari kamarku kak dias langsung menyusulnya,nampaknya  terjadi cekcok antara mereka berdua dan nampaknya juga mereka telah mengakhiri hubungan mereka,lalu kak rika pulang dan kak dias tetap menemaniku,aku bilang kepadanya aku tidak perlu ditemani lagi dan aku menyuruhnya untuk menjauhiku.
Hari berikutnya,kak dias benar benar menjauhiku,di sekolah menyapaku pun tidak seakan kita tidak pernah kenal,entah apa yang harus aku lakukan,aku sudah benar” bergantung kepadanya,saat aku terlalu memikirkan hal itu aku merasa bahwa memang badanku sangat tidak enak dan aku tidak sadarkan diri,dan tanpa sadar aku sudah di UKS sekolah,dan tentu saja ada kak dias,tetapi saat aku bangun,kak dias malah langsung pergi,aku bingung entah apa yang harus aku lakukan,aku menangis sendiri,tak ada yang tau.
Sampai sore aku masih di UKS sekolah,tiba tiba kak dias datang dengan terburu buru,teryata mama menelpon kak dias dan bilang bahwa aku belum pulang,aku pun juga tidak mau menjawab telpon maupun sms dari mama atau papa karna aku merasa bahwa tak ada gunanya aku hidup bila tak ada kak das di sampingku,kak dias langsung memelukku dan meminta maaf,aku hanya tediam terpaku,entah aku merasa sangat nyaman berada di dekat kak dias,lalu ia mengajakku untuk pulang.
Malam minggu brikutnya aku mengajak kak dias untuk menemaniku bermain di timezone karena memang aku sedang ingin bermain,tak lama kita bermain aku merasa sangat lelah,lalu kak dias mengajakku untuk duduk dan dia membelikanku sebotol minuman,aku meminta maaf kepadanya karena selalu merepotkannya,dia menjawab dia tidak akan pernah bosan berada di dekatku karena memang kak dias menyayangiku,saat malam itu akhirnya kami berpacaran.
Kak dias selalu ada saat aku sakit,selalu ada saat aku membutuhkan nya,selalu ada saat aku susah,selalu ada saat aku senang.
BERSAMBUNG.....