created by alyaa firdaus harvestya,fiktif story.
Aku memang bukan anak populer di sekolah,orang orang biasa manggil aku yaya,dari dulu memang aku sudah sering masuk rumah sakit sampai sampai di rumah sakit sudah ada dokter khusus yang menangani aku,saat itu Tiba-tiba aku merasa kepala ku sakit dan tanpa pikir panjang aku menelpon papa dan papa langsung menjemputku di sekolah,sambil menahan sakit aku di bantu oleh teman teman sekelas untuk memasuki mobil.teman baikku,ani ikut mengantarkanku ke rumah sakit,saat di mobil aku sudah tidak tahan,aku menjerit kesakitan,memang sudah lama aku merasakan hal ini.
Setelah sampai di rumahsakit,kasur dorong berwarna hitam sudah siaga di depan pintu gedung UGD,aku langsung tidur di kasur itu dan di bawa ke ruang UGD,disana sudah ada mama yang memang bekerja di rumah sakit,om edi yng memang bekerja sebagai dokter di rumah sakit itu menghampiriku,ia memang dokter yang biasa menanganiku,dia melontarkan beberapa pertanyaan yang mungkin untuk mengalihkan perhatianku agar tidak terus kesakitan.tak lama kemudian ada seorang suster yang memberiku obat dan oksigen karna memang aku selalu sesak nafas bila panik.
Ani selalu setia menemaniku di samping kasur,sampai akhirnya dia tertidur,dari kejauhan aku melihat dokter yang merawatku tadi di hampiri oleh seorang anak laki” yang mengenakan baju seragam osis seperti diriku,setelah aku pastikan dia adalah kakak kelas,dias namanya.aku melihat om edi itu mengajak kak dias serta orang tuaku untuk masuk ke ruangannya,aku penasaran.
Beberapa menit kemudian aku sangat ingin tau apa yang mereka bicarakan,aku pun meninggalkan ani yang sedang tertidur,aku melihat di depan pintu mereka sedang bicara serius tentangku,entah apa aku tidak mendengar dari awal,tapi om edi bilang bahwa aku harus di operasi dan kemungkinan untuk menjadi normal itu sangat kecil,aku bingung harus berbuat apa,tanpa aku sadari aku menangis dan itu membuat mereka tau keberadaanku,aku langsung berlari dan entah kemana aku tak tau arah,kak dias dan ani mengejarku,aku tersesat,aku memasuki ruang pembeku darah yang tidak ada oksigen,aku menangis,aku bingung.
Setelah kejadian itu aku tidak sadarkan diri dan aku udah berada di dalam kamar rawat di temani kak dias dan ani dengan tangan yang sudah di infus,entah apa yang mereka tadi rencanakan,aku sudah tidak perduli,aku tetap berpura” belum sadarkan diri,dan aku mendengar bahwa ani sudah di suruh untuk pulang dan kak dias pun menyuruhnya pulang dan kembali besok.
Tak lama ani pergi,kak dias menghampiriku dan mengelus kepalaku sambil menatapku dalam,dia berbisik lirih bahwa dia sudah tau bahwa aku merupakan pasien ayahnya karena memang aku sudah beberapa kali di rawat di rumah sakit.
dia bicara lagi bahwa dia selalu menjagaku walau itu dari jauh dan menyuruh teman”nya untuk membantunya.aku sadar kenapa selama ini kakak kelas selalu memperhatikanku bila aku lewat di depan mereka.aku menangis.
Tak lama kemudian orangtuaku datang dan menyuruh kak dias pulang,karena melihat aku telah sadarkan diri.orangtuaku pun tak mau kak dias terlalu banyak merawatku,karena kak dias sudah kelas 3 dan mau menghadapi ujian nasional.
Pagipun datang,sinar matahari menyapaku penuh harapan,suster datang dengan membawa alat suntik,aku pun sudah terbiasa dengan alat suntik,kulitku tidak merasakan apapun saat jarum suntik menghujam lapisan kulitku.
aku meminta suster untuk membantuku ke kamar mandi karena memang setiap hari aku selalu mandi pagi pagi sekali,dengan infus yang ku jaga agar tidak basah.setelah mandi ada suster lagi yang mengantarkan makanan,mama tidak tau karena dia tertidur pulas setelah solat subuh,ya memang saat itu aku sedang berhalangan untuk solat.
Sesudah selesai makan,aku meminta suster untuk mengambilkan kursi roda karena aku sangat bosan di kamar,semua orang memandangiku karena hanya aku gadis muda yang sudah penyakitan,saat sampai di taman aku meminta suster untuk di dekatkan kolam ikan dan aku memintanya untuk meninggalkanku sendiri dan bilang ke mama bahwa aku ingin sendiri di taman.
Aku merenungi semua ini kenapa terjadi padaku,apa salahku kenapa hanya aku.
aku melihat ikan ikan berenang bebas tanpa harus berfikir untuk apa dia hidup,apa yang akan di lakukannya besok,dan dengan siapa mereka melewati hari”.
tak lama ada seseorang yang bilang bahwa sudah sore dan aku harus kembali ke kamar,ku kira itu suster tetapi ternyata suara khas itu adalah kak dias,setelah pulang les tambahan di sekolah ia langsung menengokku.
Aku hanya diam,tak lama kemudian kak dias malah ke depan pandanganku dia langsung berkata “adek,ini sudah sore,ayo kita kembali ke kamar”,aku hanya menganggukan kepala,aku merasa berbeda,hatiku sangat nyaman bila dekat dengan kak dias.karena mama dan papa tidak bisa menemaniku,ayah kak dias menyuruhnya untuk menemaniku karena memang itu hari sabtu.kak dias menelpon teman”nya untuk menjengukku,tak lama mereka datang,dan mereka terlihat sangat kawatir juga,aku pun hanya tersenyum kecil ,senang rasanya ada orang yang sayang terhadapku.mereka hanya mampir sebentar,melihat wajah kak dias yang lelah karena habis pulang sekolah, aku berkata “kak,tidurlah,aku nggak mau km sakit karna aku”,dia pun hanya tersenyum.
Sejampun berlalu,kak dias sudah tertidur pulas di sofa,aku melihat blackberry kak dias memancarkan kelip kelip cahaya yang itu artinya ada sms,bbm,atau telepon,tanpa pikir panjang aku langsung membukanya dan melihat,ternyata itu sms dari ayahnya kak dias,ayahnya berkata “dias,jaga yaya baik baik,kamu tidur jangan malam malam” aku terhentak,betapa perdulinya ayah kak dias kepadaku.aku juga melihat fotoku terpasang di walpaper blacberry kak dias.
aku langsung menaruh kembali handphone kak dias,aku pun melihat handphoneku yang penuh dengan kak dias,mulai dari foto,kontak bbm,sms,dan yang lain,entah mama atau papa yang melakukannya,tapi yang aku tau mereka menyayangiku,semangatku untuk sembuhpun semakin besar.
2 hari kemudia,aku sudah di perbolehkan untuk pulang,tidak ada papa atau mama yang menjmputku,hanya kak dias menjemputku menggunakan mobil sedan putih mewah nya.setelah sampai di rumah aku berterimakasih kepadanya karna telah banyak membantuku.
Paginya kak dias kembali menjemputku karna memang semalam kita bbm an dan aku bilang bahwa aku ingin sekolah.satu sekolah melihatiku dan kak dias yang bergadengan karena memang aku belum kuat betul untuk berjalan,kak dias mengantarku hingga depan kelas.saat bel istirahat kak dias sudah siaga di depan kelas,aku melihatnya sendirian,aku pun menghampirinya.aku bertanya kenapa ia sangat perhatian kepadaku,dia belum menjawab,tetapi teman” sekelasku sudah menggodaku dengan canda an canda an karena aku sedang berduaan di depan kelas.belum sempat kak dias menjawab,bel masuk berbunyi,kak dias langsung buru” kembali ke kelas,karena kelasnya yang lumayan jauh.
Bel pulang sudah berbunyi,lagi lagi kak dias sudah berada di depan kelas untuk mengantarku pulang,di tengah perjalanan handphone kak dias berbunyi,entah siapa yang menelpon,tetapi kak dias langsung buru” menutup telponnya.kita tidak langsung pulang,kak dias mengajakku ke danau yang tidak jauh dari sekolahku,disana ia memperlihatkan ikan yang akan dia lepas di danau.aku senang karena itu memang pertama kalinya aku pergi dengan seorang lelaki.
Setelah itu,kak dias mengantarku pulang,malamnya aku bbm ayahnya kak dias dan ayahnya bilang bahwa besok kak dias akan mengadakan acara ulang tahun yang ke 17 di rumahnya,lalu aku bertanya apa yang sekarang di inginkan kak dias,ayahnya menjawab hanya ingin aku datang dan membawakan bunga.
Paginya aku sudah siap untuk membeli bunga mawar putih yang malamnya akan aku berikan kepada kak dias , sekitar jam 10 pagi kak dias menelponku memberitau bahwa dia mengundangku ke acara ulangtahunnya nanti malam.
Sorenya aku bersiap untuk menghadiri acara ulangtahun kak dias,aku diantar oleh papa ke rumahnya,dari depan terlihat sudah banyak motor dan mobil yang sudah terparkir rapi di depan rumah besar yang memang itu rumah kak dias.saat memasuki rumahnya aku bertemu mama kak dias dan aku langsung bersalaman dengannya,ia langsung menyuruhku untuk ke taman belakang,terlihat dekorasi yang bagus,kolam renang yang bersih,dan banyak orang yang pastinya kakak kelas,aku paling muda di antara mereka.
Seorang perempuan muda bergaun merah muda memandangiku tajam,nampaknya ia tidak menyukaiku,acara dimulai,aku menghampiri kak dias dan memberikan bunga yang aku beli tadi pagi,lalu setelah kak dias meniup lilin,perempuan tadi langsung mengambil mikrofon dan memperkenalkan diri bahwa dia adalah pacar kak dias,aku langsung sedih karena kak dias tidak pernah bilang bahwa dia sudah punya pacar,perempuan tadi langsung menghampiriku menjorokanku ke dalam kolam renang,aku sesak nafas,aku tidak sadarkan diri,aku melihat samar samar seorang lelaki berenang menghampiriku,saat aku sadar aku sudah berada di kamar kak dias,seperti kamar lelaki biasanya tak banyak yang aku suka di dalam kamar kak dias,kecuali foto ku dengan frame putih,ada lagi foto kak dias dengan perempuan tadi yang mendorongku,hatiku hancur,nafasku sesak,aku berdiri tetapi aku tidak kuat dan pingsan lagi,saat itu pas sekali kak dias sedang masuk saat aku pingsan,karena ayah kak dias tidak ada di rumah,keluarga kak dias langsung membawaku ke UGD karena takut terjadi apa”,di jalan kak dias menelpon keluargaku dan bilang bahwa aku pingsan dan sekarang di rumah sakit,kak dias menemaniku saat suster memasangkan oksigen ke hidungku,dia nampak sangat khawatir karna pacar kak dias yang menyebabkan aku masuk rumah sakit lagi,saat orangtuaku datang,kak dias meminta maaf karena telah lalai menjaga aku.tepat pukul 1 pagi aku sudah di bolehkan pulang karena aku sudah pulih.kak dias selalu setia menemaniku hingga aku sampai di rumah.
Aku belum di perbolehkan sekolah lagi oleh papa dan mama,aku hanya diam di kamar sambil menulis cerita di notebook yang papa belikan belum lama ini.
siangnya kak dias kerumah dan menjengukku,dia meminta maaf karena teman wanitanya telah mendorongku kemarin,kak dias juga membawa perempuan yang mendorongku kemarin untuk meminta maaf kepadaku,tetapi aku tau bahwa dia terpaksa meminta maaf kepadaku.akhirnya aku tau bahwa perempuan itu bernama rika,saat kak rika keluar dari kamarku kak dias langsung menyusulnya,nampaknya terjadi cekcok antara mereka berdua dan nampaknya juga mereka telah mengakhiri hubungan mereka,lalu kak rika pulang dan kak dias tetap menemaniku,aku bilang kepadanya aku tidak perlu ditemani lagi dan aku menyuruhnya untuk menjauhiku.
Hari berikutnya,kak dias benar benar menjauhiku,di sekolah menyapaku pun tidak seakan kita tidak pernah kenal,entah apa yang harus aku lakukan,aku sudah benar” bergantung kepadanya,saat aku terlalu memikirkan hal itu aku merasa bahwa memang badanku sangat tidak enak dan aku tidak sadarkan diri,dan tanpa sadar aku sudah di UKS sekolah,dan tentu saja ada kak dias,tetapi saat aku bangun,kak dias malah langsung pergi,aku bingung entah apa yang harus aku lakukan,aku menangis sendiri,tak ada yang tau.
Sampai sore aku masih di UKS sekolah,tiba tiba kak dias datang dengan terburu buru,teryata mama menelpon kak dias dan bilang bahwa aku belum pulang,aku pun juga tidak mau menjawab telpon maupun sms dari mama atau papa karna aku merasa bahwa tak ada gunanya aku hidup bila tak ada kak das di sampingku,kak dias langsung memelukku dan meminta maaf,aku hanya tediam terpaku,entah aku merasa sangat nyaman berada di dekat kak dias,lalu ia mengajakku untuk pulang.
Malam minggu brikutnya aku mengajak kak dias untuk menemaniku bermain di timezone karena memang aku sedang ingin bermain,tak lama kita bermain aku merasa sangat lelah,lalu kak dias mengajakku untuk duduk dan dia membelikanku sebotol minuman,aku meminta maaf kepadanya karena selalu merepotkannya,dia menjawab dia tidak akan pernah bosan berada di dekatku karena memang kak dias menyayangiku,saat malam itu akhirnya kami berpacaran.
Kak dias selalu ada saat aku sakit,selalu ada saat aku membutuhkan nya,selalu ada saat aku susah,selalu ada saat aku senang.
BERSAMBUNG.....