Rabu, 18 April 2012

PANDANGAN PERTAMA


PANDANGAN PERTAMA
Waktu jam dinding rumah sudah menunjukan pukul 06.30 wib,aku sudah siap dengan berbagai atribut MOS yang sudah di tentukan kakak senior di sekolah baruku.

“paaa,ayo cepetan,aku udah terlambat ini” panggilku dengan nadaa kesal.
“iyaa nak sebentar” jawab papa dengan santai.
“paa,aku udah terlambat,aku nggak mau terlambat di hari pertamaku sekolah” sautku
aku dan papa bergegas masuk ke dalam mobil vios hitam dengan supir pribadi papa yang sudah ‘stand by’.
“pak,ayo ngebut,gara gara papa ni,pasti aku terlambat”.
Perjalanan dari rumah ke sekolah baruku memakan waktu 20 menit.pak kardi ,supir pribadi papa mengemudi dengan kecepatan 100km/jam , menyalip berbagai macam kendaraan,pak kardi berusaha sekuat tenaga untuk mengantarku tepat pada waktunya.sesampainya di sekolah,pintu gerbang sudah hampir di tutup,nyaris saja aku terlambat.
aku langsung meletakan tasku diatas meja yang sudah di sediakan oleh kakak senior,dan akupun langsung masuk ke dalam barisan untuk upacara pembukaan MOS.
“hey kamu,kemari!” terdengar suara lelaki di balik kerumunan peserta upacara.
aku melihat di sekeliling,ternyata ada seorang kakak senior yang memanggilku,akupun menghampirinya.
“siapa namamu?” tanyanya
“nama saya claudia kak,biasa dipanggil dia” jawabku sambil meperkenalkan diri
“rumahmu dimana?” tanya nya dengan nada membentak.
“di depok kak” jawabku
“kenapa kamu terlambat?” tanyanya lagi
“jalanan macet kak” aku beralasan
“lain kali berangkat lebih pagi,biar nggak kena macet” balasnya
“iyaa kak.terimakasih” jawabku
Aku langsung kembali ke barisan,dan mengikuti upacara pembukaan dengan khitmat.setelah masuk ke dalam kelas aku berkenalan dengan banyak orang,tetapi ada satu anak yang sangat baik,namanya ida,dia berasal dari bandung,aku duduk bersebelahan dengannya.saat waktu jam pulang sekolah aku berbincang dengan ida.
“da,kamu tau nggak kakak senior yang tadi manggil aku?” tanyaku
“oooh yang tadi itu ya,hanya sekedar tau sih,ada apa emang? Naaah kamu naksir yaa?” balasnya menggodaku
“apaa? Naksir? Menurutku dia itu kakak senior paling galak” jawabku kesal
Tanpa kita sadari,ada seorang kakak senior perempuan yang mendengan pembicaraan kita,dia langsung menghampiriku.
“siapa tadi yang bilang kalau randy itu galak?? Siapa? Jawab!” tanya nya membentak
“s s s saya kak alin” jawabku penuh rasa takut
“sekarang kamu aku hukum,kamu cari randy sampai ketemu dan bilang minta maaf” balasnya
“iii iya kak alin” jawabku
Aku mulai mencari kak randy dari sudut ke sudut sekolah,tetapi dia tidak ada.karna sekolah sudah hampir sepi,aku memutuskan unuk pulang.
Sinar matahari menyapaku penuh keceriaan,suara suara gesekan ranting dan daun semakin mambangukanku.celotehan ayam jago melengking di depan rumah.
aku segera beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka,ku lepas satu persatu pakaian yang melekat di badanku,mulai ku putar keran shower dan membasuh muka yang lugu ini.aku siram semua bagian tubuh,kesegaran air membuatku merasa hidup kembali.setelah selesai mandi,aku bergegas mengenakanseragam putih abu abu yang di siapkan oleh bibi inah.
“diaa,ayo cepat nak,nanti kamu terlambat” panggil mama dari meja makan
“iyaa maa,sebentar lagi dia selesai” jawabku

aku langsung membereskan semua perlengkapan yang akan aku bawa ke sekolah dan menuju meja makan,setelah sarapan aku dan papa langsung berangkat dengan pak kardi,kali ini aku tidak terburu buru karena setiap hari jumat SMA ku masuk jam 08.30 wib.
Sesampainya di sekolah,langkah kakiku tertujuke arah kakak senior yg kemarin menegurku.
“e e hai kak,aku mau minta maaf” celotehku
“eh haai,minta maaf atas dasar apa? “ tanya nya kebingungan
“ ee kemarin aku bilang kalau kakak itu ..... galak” balasku
“hahahahahahahaha” tertawa puas
“loh kok malah tertawa sih kak?” tanyaku
“kalau kamu mau aku maafin,nanti pulang sekolah ikut aku” jawabnya
“kemana kak?”  jawabku kebingungan
“nanti pasti kamu tau” balasnya

bel sekolah telah berbunyi,aku langsung meninggalkan kak randy dan masuk ke dalam kelas.
Satu persatu pelajaran berganti,aku tidak sabar ingin diajak pergi oleh kak randy.
bel pulang sekolahpun berbunyi.kak randy sudah menunggu di depan gerbang.
“kita mau kemana kak?” tanyaku
“ke mall” jawabnya santai
Ternyata kak randy mengajakku ke mall untuk membelikan kado ulang tahun mamanya,setelah kita mendapatkan kerudung untuk kado mama kak randy.
aku dan kak randy langsung menuju rumah kak randy dan memberikan kado itu ke mama kak randy.
“tante,selamat ulang tahun” celotehku
“oh iyaa,terimakasih,siapanya randy ya?” tanya nya
“saya temanya tante” jawabku
Setelah memberi kado ke mama kak randy,aku langsung diantar pulang.
Sekian hari berlalu,aku dan kak randy menjadi semakin dekat,ikatan batin anatara kita semakin kuat.

hari itu kita memutuskan untuk pulang bersama,saat kita sedang asik berjalan di pinggir jalan,ada sebuah mobil jazz merah yang melaju kencang,nampaknya pengemudi tersebut memng berniat untuk mencelakakan kami berdua,aku dan kak randy mencoba menghindar tetapi karena kecepatn mobil itu sangat tak terkendali akhirnya akupun terserempet dan kepalaku terbentur aspal jalan yang kasar.kak randy langsung membawaku ke rumah sakit agar luka di kepalaku segera di obati.
Sesampainya di rumah sakit aku langsung di bawa ke UGD untuk mengoba luka di kepalaku,aku melihat wajah kak randy yang pucat,nampaknya dia sangat kelelahan.
“kak randy,pulanglah” kataku
“tapi bagaimana nanti kamu pulang” tanya kak randy khawatir
“tak apa kak,biar nanti aku menyuruh pak kardi untuk menjemputku” jawabku
“baiklah,kalau kamu sudah sampai rumah segera BBM aku ya” balasnya
aku hanya tersenyum.

semenjak aku pulang dari umah sakit,kak randy tidak membalas BBM,sms,atau telepon dariku,diapun juga tidak pernah terlihat di sekolah,di rumahnya pun juga kosong,semenjak itu aku tiak pernah lagi bertemu dengan nya.
aku sudah mencarinya kemana mana,tanya ke semua temannya,tetapi tak ada yang tahu dimana kak randy berada.
aku mencoba untuk melupakannya,dia sangat tega meninggalkan aku disaat kita sudah sangat dekat,aku sangat sedih,dia sudah mengisi hari hariku,dia juga sudah mngisi hatiku,aku tidak bisa melupakannya begitu saja.

hari ini aku mencoba untuk menjalani hidup seperti biasa.berangkat ke sekolah,bertemu teman teman,tapi bayang bayang kak randy selalu melintas di benakku,itu sangat membuatku gila.

“dia,kamu tau gak tentang keadaan kak randy?” tanya ida kepadaku.
“haa? Dia kenapa?” jawabku sangat kaget
“loh,kamu gak tau,dia kan masuk rumah sakit,udah 3 hari,katanya sih penyakitnya parah” balasnya
“apa? Rumah sakit mana? Aku sudah 3 hari tak bertemu dengannya” jawabku gusar
“rumah sakit sana medika” jawabnya
“oke,nanti pulang sekolah aku akan langsung melihatnya” jawabku
Bel pulang sekolahpun berbunyi,aku langung bergegas menuju rumah sakit sana medika,taksi blue bird sudah menungguku di depan gerbang.
sesampainya dia rumah skait sana medika,aku langsung ke bagian resepsionis.
“mbak,ruangan randy panduwiryo dimana ya? Tanyaku dengan terburu buru
“di ruang 105” jawabnya
“terimakasih mbak” jawabku
Aku langung berlari menuju kamar 105,aku mengetuk pintu,ada seorang perempuan setengah baya yang membukakan pintu,ternyata itu mama kak randy.di kamar itu ada kak randy yang sedang tertidur dan kak alin.aku bingung,kenapa kak alin tidak memberitahuku kalau kak randy berada di rumah sakit.
Setelah aku berbincang bincang dengan mama kak randy,akhirnya aku tau jika kak randy selama ini mengidap penyakit kanker otak kronis,entah apa yang harus aku perbuat setelah aku mengetahui hal itu,rasanya seperti sebentar lagi akan kehilangan orang yang sangat kita sayang.
beberapa hari aku selalu mengunjungi kak randy,aku selalu memberinya semangat agar dia cepat sembuh.
Hari kelima aku mengunjungi kak randy,perasaanku bilang ada sesuatu yang tidak biasa,di depan rumah akit ada beberap karangan bunga,aku tetap berfikir positif.setelah sudah dekat kamar kak randy aku mendengar suara tangisan di balik pintu kamar kak randy,setelah aku masuk,terlihat mama kak randy sedang memeluk seseorang di balik kain putih,aku tidak bisa lagi membendung airmata,tetes demi tetes air mataku keluar,aku memberanikan diri membuka kain putih itu.
“kak randy,kenapa kak kenapa? Kenapa kamu meninggalanku secepat ini,kenapa kita harus bertemu bila akhirnya kita dipisahkan” teriakku
“diaa tenang diaa”kata kak alin sambil menenangkanku
“enggak kak,dia sudah janji ama aku mau menjagaku selamanya” balasku dengan air mata yg idak bisa kutahan lagi
“randy menitipkan ini untukmu” katanya

aku menerima surat itu dengan sangat tidak percaya,sepertinya masih kemarin kak randy bercanda denganku,aku sempat meragukan kekuasaan tuhan,kenapa dia tidak adil,kenapa dia harus merebut orang yang paling aku sayang di dunia ini.
pagi ini aku akan ikut mengebumikan kak randy,spertinya air mataku sudah habis untuk mengungkapkan rasa kesedihanku.aku menaburkan bunga mawar ke atas makam kak randy yang masih basah.
sampai dirumah aku ingat bahwa kak randy memberiku surat,ku langsung membacanya.
“dia,makasih selama ini kamu sudah mngisi hari hariku yang tidak lama lagi,mungkin kamu membaca surat ini saat aku sudah melakukan perjalanan ke surga,aku sengaja tidak memberi tahumu tentang penyakit yang aku derita,aku takut kamu akan menjauhiku bila kamu tau apa yang sebenarnya terjai kepadaku,maaf bila aku tidak memberitahumu selama ini dan membuatku khawatir,aku tidak bermaksut seperti itu,sekali lagi aku minta maaf,bila tidak ada aku,kamu harus berjanji,kamu harus mneruskan hidupmu tanpa aku,dari orang yang sangat mencintaimu,randy” isi surt kak randy
Aku tak bisa lagi berkata kata,hanya secarik kertas yang sedang menatapku,aku pun juga harus menepati janijiku,meneruskan hidup tanpa kak randy.
TAMAT